Ultimatum Turki Karena Beli S-400 Rusia, Kongres AS: Selambat-Lambatnya 30 Hari

  • Whatsapp
Ultimatum Turki Karena Beli S-400 Rusia, Kongres AS: Selambat-Lambatnya 30 Hari
Megaluh.com – Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) untuk tahun fiskal 2021 sedang diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat untuk disahkan menjadi undang-undang.

Undang-Undang tersebut mengamanatkan presiden Amerika menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang terlibat bisnis senjata dari negara-negara yang jadi target dari undang-undang bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Rusia dan Korea Utara termasuk negara-negara yang jadi target dari CAATSA.

Read More

Terkait hal tersebut, Kongres Amerika Serikat (AS) meminta pemerintah federal bersiap menjatuhkan sanksi terhadap orang-orang yang terlibat dalam pembelian sistem rudal S-400 Rusia oleh Turki. Presiden AS nantinya akan diberi waktu 30 hari untuk menjatuhkan sanksi setelah undang-undang terkait disahkan.

“Selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal berlakunya undang-undang ini, Presiden akan menjatuhkan lima atau lebih sanksi yang dijelaskan dalam pasal 235 Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (22 USC 9529) sehubungan dengan setiap orang yang dengan sengaja terlibat dalam akuisisi sistem pertahanan udara S-400 sebagaimana dimaksud dalam sub-pasal (b),” bunyi penggalan NDAA yang dikutip Sputniknews, demikian dikutip dari SINDOnews, Jumat (4/12/2020).

Aturan itu nantinya akan mencakup ketentuan yang akan memberi wewenang kepada sekretaris Angkatan Udara AS untuk menggunakan enam pesawat F-35A Turki yang tidak pernah dikirim ke Ankara setelah Turki ditangguhkan dari program F-35.

Demikian juga, Versi final rancangan NDAA 2021 mencakup ketentuan yang akan memperluas sanksi terhadap proyek pipa gas Nord Stream 2 Rusia dan proyek pipa Turkstream.

Terkait hal tersebut, Amerika Serikat sangat menentang pembelian Turki atas sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia. Bahkan, NATO mengkritik keputusan Ankara, dengan mengatakan sistem ini tidak akan sesuai dengan pertahanan aliansi.[sindonews/brz/nu]

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *