Tuntut Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Terancam Pasal Berlapis

  • Whatsapp
Ruslan Buton Dijemput Polisi, Diduga Buntut Surat Terbuka Agar Jokowi Mundur

Mantan anggota TNI Angkatan Darat (AD) Ruslan Buton terancam pasal berlapis karena menuliskan surat terbuka yang meminta Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya di tengah pandemi Covid-19. Tuntutan Ruslan disampaikan lewat rekaman video yang disebarkan di grup WhatsApp (WAG).

Sebelumnya pada Kamis, 28 Mei 2020 pukul 10.30 Wita, tim Bareskrim Polri bersama Polda Sultra dan Polres Buton, serta Polisi Militer, telah melakukan penangkapan terhadap tersangka atas nama Ruslan alias Ruslan Buton (45) di wilayah Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara.

Read More

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Ruslan Buton (RB) yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu terancam hukuman 6 tahun penjara.

“Tersangka RB dapat dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun,” kata Kombes Ramadhan dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Tribrata TV, Jumat (28/5/2020).

“Dan atau Pasal 207 KUHP, dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun,” sambuslan menyebarkan video rekaman tuntutannya melalui aplikasi whatsApp (WAG).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Ramadhan, RB mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar di media sosial adalah milik tersangka yang dibuat pada 18 Mei 2020 menggunakan handphone (HP) milik tersangka.

“Dan mendistribusikan rekaman tersebut ke dalam Group WA Serdadu Eks Trimatra,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan dalam video rekaman suara, Ruslan juga menilai tata kelola berbangsa dan bernegara yang dilakukan oleh Presiden Jokowi di tengah pandemi corona sulit diterima oleh akal sehat. Oleh karena itu Ruslan meminta Jokowi untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Ruslan sendiri merupakan mantan perwira menengah di Yonif RK 732/Banau dengan pangkat terakhirnya Kapten Infanteri.

Sumber: akurat

Loading...

Related posts

Komentar