Soal Lanjutan Liga 1 2020, PT LIB: Kami pun Masih Abu-abu

  • Whatsapp
PT LIB: Klub Peserta Minta Liga 1 dan Liga 2 2020 Dihentikan

Megaluh.com – Lanjutan kompetisi Liga 1 2020 masih belum menemui kejelasan. Sebab, sampai dengan saat ini izin dari kepolisian untuk gelaran kompetisi top-flight Indonesia itu di tengah pandemi COVID-19 masih belum keluar.

Read More

Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Sudjarno. Ia mengaku belum menerima kabar baik dari kepolisian, meski PSSI sejatinya sudah mengajukan izin.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan dan kepastian, walaupun PSSI sudah mengajukan izin penyelenggaraan kompetisi ke Polri. PT LIB pun masih abu-abu soal lanjutan kompetisi,” papar Sudjarno saat dihubungi awak media lewat WhatsApp, Sabtu (24/10/2020).

Sudjarno sendiri menyatakan pihaknya masih berupaya agar Liga 1 2020 bisa bergulir sesuai yang direncanakan, yakni pada awal November. Namun, yang bisa dilakukan saat ini hanyalah menunggu izin dari Polri.

Baca Juga:
Borneo FC Liburkan Skuat hingga Waktu yang Belum Ditentukan

“Untuk kick-off November kita masih menunggu.”

Liga 1 2020 semula dijadwalkan restart pada 1 Oktober lalu. Namun beberapa hari jelang kick-off, pihak kepolisian tidak memberikan izin untuk menggelar pertandingan-pertandingan dengan alasan persebaran COVID-19 di Indonesia masih tinggi.

PSSI, PT LIB, 18 tim Liga 1, serta 24 klub Liga 2 telah sepakat melanjutkan kompetisi musim ini. Jika tak bisa digelar November, kompetisi bakal mundur sampai Desember 2020 hingga Januari 2021.

Namun jika bergulir pada Desember atau Januari, akan ada perubahan regulasi seperti memakai format dua wilayah. Ini dilakukan mengingat keterbatasan waktu.

Pasalnya pada bulan Mei 2021 mendatang, Indonesia punya hajatan besar yakni menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. 

Baca Juga:
Naruto Dikabarkan Meninggal, PSS Sleman: Turut Berbelasungkawa


Sumber: Suara.com

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *