#SaveKomodo: Biar Saja Pulau Komodo Tetap Liar, Di Situ Letak Keindahannya

  • Whatsapp
Status Pulau Komodo Ditutup Belum Jelas, Travel Bingung Jual Paket Wisata

Megaluh.com – Rencana pemerintah membangun Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, di antaranya dengan membuat “Jurassic Park” di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, menjadi polemik.

Read More

Timbul pertanyaan mengenai proyek tersebut, di antara pertanyaan disampaikan oleh politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera, “investasi swasta di Pulau Komodo ini untuk apa?”

Dia mengkritik rencana tersebut hanya akan menguntungkan penanam modal swasta, sementara masyarakat setempat tak akan banyak mendapatkan manfaat.

“Promosinya Wonderful Indonesia, tapi warga lokal tdk dpt apa-apa. Yang untung investor swasta,” kata Mardani.

Baca Juga:
Foto Komodo Hadang Truk Viral, Melanie Subono: Maafkan Kami Komodo

Menurut Mardani seharusnya pulau tersebut dibiarkan tumbuh secara alamiah.

“Biar saja Pulau Komodo tetap liar, karena di situ letak keindahannya. Ada atau tidaknya resort mewah, Pulau Komodo tetap cantik,” kata Mardani. Mardani ikut menggunakan tagar yang sedang trending menjadi gerakan mendukung Pulau Komodo tetap alami: #SaveKomodo.

Di tengah protes terhadap rencana pembangunan, di media sosial viral foto seekor komodo terlihat menghadang sebuah truk yang membawa material untuk proyek di Pulau Rinca.

Komisi IV DPR menyoroti foto viral seekor komodo terlihat menghadang satu unit truk yang membawa sejumlah material untuk pembangunan di kawasan Loh Buaya, Pulau Rinca, yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Anggota Komisi IV DPR Yohanis Fransiskus Lema menilai foto tersebut mengirimkan pesan simbolik bahwa hewan karnivora tersebut tidak nyaman dengan adanya pembangunan di daerah itu.

Baca Juga:
Bintang Emon: Komodo Tidak Melawan Aja Rumahnya Digusur

“Foto itu seolah-olah komodo tidak nyaman dengan model pembangunan Jurassic Park di TN Komodo. Karena pembangunan tersebut melibatkan truk dan alat berat yang memasuki kawasan konservasi TN Komodo. Komodo terusik dengan pembangunan massif berbasis teknologi karena mengganggu ekosistem lingkungan di TNK,” katanya.


Sumber: Suara.com

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *