RSPAD Beberkan soal Kriteria Pasien Sembuh dari Covid-19

  • Whatsapp
RSPAD Beberkan soal Kriteria Pasien Sembuh dari Covid-19 1

Megaluh.com – Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Kolonel dr. Soroy Lardo menyebut, pasien Covid-19 tidak dilihat dalam konteks entitas penyakit.

Read More

Dalam hal ini, cara pandangnya adalah melihat Covid-19 sebagai penyakit yang mempunyai keunikan dan karateristik baik dalam menginfeksi tubuh atau juga dengan varian dinamik penularannya.

Soroy mencontohkan bagaimana RSPAD Gatot Soebroto dalam menangani pasien Covid-19. Pada dua bulan pertama penangan di rumah sakit tersebut, tim medis bekerja keras lantaran banyak mendapat pasien dengan komplikasi berat.

“ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) ya salah satunya dan sekarang sudah beralih ke arah delipreptis. Delipreptis itu artinya pasien yang cenderung tidak berat, tetapi ada komorbid. Misalnya pasien mau melahirkan, dia Covid. Pasien cuci darah dengan Covid,” kata Soroy dalam keterangan yang disiarkan akun Youtube BNPB, Kamis (2/7/2020).

Dia mengatakan, seorang pasien yang dinyatakan sembuh, memiliki suatu rekam jejak. Misalnya, ada perjalanan penyembuhan dari kondisi berat hingga akhirnya biss dikelola dengan baik oleh dokter.

Baca Juga:
Begini Cara Dokter Tetapkan Saat Pasien Sembuh dari Covid-19

“Kami melihat dulu kalau pasien itu sembuh tentunya ada perjalanan penyembuhan dari kondisi berat, kemudian kondisi saat dia bisa kami kelola dengan baik dan kondisi kemudian rawat jalan,” sambungnya.

Soroy mengatakan, hal itu merupakan perubahan klinis, di mana seorang pasien bisa beradaptasi.

Menurutnya, seorang pasien dapat dinyatakan sembuh apabila hasil swab test selama dua kali dengan hasil negatif dan sudah bisa melakukan penanganan secara mandiri.

Baca Juga:
Kabar Baik, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Capai 44 Persen

“Tentu itu perubahan klinis dia bisa melakukan satu adaptasi. Nanti hasilnya swabnya dua kali negatif dan dia sudah bisa mandiri, itu baru kami katakan sebagai pasien yang sembuh,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Soroy menambahkan, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit durasinya relatif. Hal tersebut tergantung penyakit penyerta alias komorbid yang dia miliki.

“Saya kira bervariasi tergantung individual. Jadi kalau pasien itu dengan komorbid, tentu akan lama. Jadi bisa perawatan itu dua sampai tiga minggu. Kalau tanpa komorbid, biasanya kita evaluasi itu sampai dua minggu,” kata dia.


Sumber: Suara.com

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *