Penemu Fosil “Hanya” Diberi Tali Asih Rp 100 Ribu, Pantaskah?

  • Whatsapp
Penemu Fosil “Hanya” Diberi Tali Asih Rp 100 Ribu, Pantaskah?
IDTODAY.CO – Puluhan penemu fosil di Kudus, Jawa Tengah, ‘hanya’ mendapatkan imbalan ala kadarnya dari pemerintah. Para penemu orang purba tersebut bahkan ada yang hanya diberi tali asih Rp 100 ribu untuk barang yang ditemukan.

Serah terima tali asih diberikan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di Balai Desa Terban, Kecamatan Jekulo pada Rabu 17/3) lalu. Sebanyak 46 orang mendapatkan apresiasi atas penemuannya.

Read More

Baca Juga: Sedih, Jumlah Ulama Wafat Selama Pandemi Covid-19 Sangat Mengejutkan!

Kepala BPSMP Sangiran, Iskandar Mulia Siregar, menuturkan besaran pemberian tali asih bervariasi. Mulai dari Rp 100 ribu sampai paling banyak Rp 3 juta. Hal tersebut pun tergantung nilai penemuan fosil yang ditemukan.

“Nilai diberikan variasi, tergantung penting setiap temuan fosil itu. Paling besar Rp 3 juta, kecil yang biasa ratusan ribu. Rp 3 juta itu. Total Rp 25 juta,” ujarny sebagaimana dikutip dari Detik.com (21/3).

Dia menjelaskan untuk nominal paling Rp 3 juta berupa fosil gading gajah purba, untuk gading gajah cukup panjang dan utuh. Demikian juga, bagian dari tengkorak manusia juga dihargai lebih tinggi.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, RR Lilik Ngesti W mengatakan, para penemu fosil tersebut terhitung dari para penemu tahun 2020 yang lalu hingga bulan Maret tahun ini. Pasalnya, para penemu tersebut belum diberikan variasi sepeserpun.

Baca Juga: Viral Video Pembuktian Kuntilanak Tak Pijak Tanah, Netizen Sebut Kakinya Glowing

Fosil-fosil yang mereka temukan juga terbilang langka dan unik. Koordinator Museum Purbakala Patiayam Kudus, Jamin memaparkan ada 3 gigi rahang bawah spesies hewan babi purba, ada gading gajah purba sepanjang 2,96 meter, ada pula tulang leher bovidae (sejenis sapi), banteng, dan kerbau.

Sedangkan menurut Lilik Ngesti W, ada juga temuan unik yakni fosil penyu purba. Menurutnya,  fosil tersebut jarang ditemukan selama ini. “Terunik ada penyu purba yang sudah lama kita tidak temukan. Tapi ada fosil penyu. Itu berarti hewan rawa. Itu agak spesifik di tahun ini,” jelas dia.

Sementara itu, sugimin yang merupakan salah satu penemu mengatakan telah mendapatkan 9 piagam tanda penerimaan tali asih sejak 2016 lalu.

“Total sudah mendapatkan tali asih sebesar Rp 10 juta. Kalau saat ini kurang cucuk (belum cukup). Namun ini kan bisa meninggalkan petilasan (jejak) untuk anak cucu,” ujar Sukimin.

Ada juga Jefri yang telah berhasil menemukan 6 fosil dalam bentuk  tulang rusuk dan kaki tulang belakang banteng purba. “Sebelumnya gading gajah. Ini yang kedua. Dapat tali asih kurang lebih hampir Rp 1 juta. Dulu satu gading panjang 150 cm,” ucap Jefri.

Baca Juga: Alami Lonjakan Kualitas, Militer Asing Sebut Kopassus dan Kopaska Sakti

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *