Pandemi Lumpuhkan Dunia, Bagaimana Teroris Bisa Bertahan?

  • Whatsapp
Terungkap! Alasan Pemerintah Belum Terapkan Lockdown karena Virus Corona
Megaluh.com – Pandemi virus corona yang melumpuhkan dunia turut melemahkan pergerakan teroris di Rusia.

Kelompok ekstremis ini dikabarkan kebingungan karena kehilangan sokongan dana juga tak bisa melakukan pergerakan karena banyak negara memberlakukan lockdown.

Read More

“Ketika banyak orang melakukan isolasi diri dan perbatasan antar negara semakin ketat, tingkat aktivitas teroris agak menurun,” ungkap Kepala Commonwealth of Independent States (CIS) Anti-Terrorism Center (ATC) Andrey Novikov.

“Alasannya jelas. Pandemi mempersulit teroris untuk bergerak, terutama antar negara mengingat kontrol perbatasan untuk pencegahan penyakit meningkat,” lanjutnya.

Berdasarkan analisis dari intelijen CIS, teroris juga ikut mengubah alur pergerakannya dan menyesuaikan diri dengan tren online.

Baca Juga:
Flu Jenis Baru yang Berpotensi Timbulkan Pandemi Ditemukan Di China

“Pusat media diaktifkan yang menggabungkan penyebaran ideologi teroris dan ekstremis dan perekrutan anggota baru,” kata Novikov.

Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

Belakangan, turunnya pendapatan dan standar hidup orang-orang akibat pandemi semakin menguntungkan teroris karena mempermudah mereka untuk merekrut anggota baru.

“Perekrutan menjadi lebih mudah, karena menurunnya kualitas hidup di negara-negara yang bahkan sebelum pandemi berada di bawah peringkat ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga:
Ditemukan di China: Virus Flu G4 EA H1N1 Berpotensi Jadi Pandemi

“Faktor tekanan sosial yang berkepanjangan juga memberi dampak tambahan selain dengan radikalisasi agama. Ini adalah tantangan serius bagi masyarakat.”

Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)
Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)

Menurut Novikov, di negara-negara CIS, kelompok-kelompok ekstremis memanfaatkan suasana pandemi untuk menyuarakan rasa tidak puas mereka pada kinerja pemerintah.

“Ada pemahaman umum yang menyebutkan ‘kelelahan sosial’ harus dipisahkan dari pembatasan sosial untuk mengacaukan struktur konstitusional,” kata pejabat itu.


Sumber: Suara.com

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *