Ngeri, Penyakit DBD Bisa Perparah Kondisi Pasien Covid-19

  • Whatsapp
Kasus Baru, Pria Tertular DBD Usai Berhubungan Intim dengan Pasangannya
Megaluh.com – Di tengah situasi pandemi virus corona atau Covid-19, masyarakat Indonesia juga mesti menghadapi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dikutip dari Antara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar mengingatkan penyakit penyerta situasional seperti demam berdarah dengue (DBD) bisa memperparah kondisi pasien positif Covid-19 jika sampai terserang.

Read More

Oleh sebab itu penting bagi masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh karena ada banyak faktor yang bisa membuat setiap warga terpapar Covid-19.

Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

“Penyakit penyerta memperburuk perjalanan klinis Covid-19 karena imunnya lebih rendah. Apalagi jika faktor komorbid itu tidak terkontrol dengan baik,” ujar Humas IDI Makassar dokter Wachyudi Muchsin di Makassar, Selasa,

Ia mengatakan pasien positif terinfeksi virus corona dapat memiliki gejala yang parah dan memberatkan jika mempunyai komorbid atau penyakit penyerta.

Baca Juga:
Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 Berisiko Terinfeksi DBD, Ini Penyebabnya

Dokter yang terkenal di Makassar dengan sebutan “Dokter Koboy” ini menjelaskan terdapat beberapa penyakit penyerta yang bisa menyebabkan kematian pada pasien Covid-19, seperti diabetes, hipertensi maupun penyakit lainnya seperti DBD.

“Penyakit penyerta pada Covid-19 adalah penyakit yang sudah diderita oleh seorang pasien sebelum terinfeksi virus corona,” katanya.

Namun, penyakit penyerta seperti DBD yang datang kala musim pancaroba juga dapat memperparah kondisi seorang pasien COVID-19.

Baca Juga:
Di Tengah Pandemi, Kasus Demam Berdarah Bertambah Hingga 500 Kasus Per Hari

“Kita harus waspadai betul konteks musim pancaroba, penyakit DBD akan sering kali jadi sangat buruk manakala disertai dengan COVID-19,” kata Yudi.

Hal lain yang juga harus diwaspadai pula sebab gejala Covid-19 dapat menyerupai penyakit DBD. Dia menuturkan gejalanya seperti trombosit pasien DBD yang rendah, pegal linu.

“Pasien demam berdarah spesifik dengan gejala trombosit rendah, pegal linu, lalu sembuh. Seminggu kemudian panas dan batuk lalu di rontgen dan dites ternyata positif COVID-19,” tuturnya.

Karena itu, dirinya bersama dokter lainnya maupun pemerintah setempat mengimbau kepada masyarakat di musim peralihan hujan ke kemarau ini hendaknya menjaga imunitas, membuang air genangan, membersihkan sampah dan rutin berolahraga ringan setiap hari.


Sumber: Suara.com

Loading...

Related posts

Komentar