Lemak Tubuh Bagian Bawah Baik untuk Metabolisme, Lindungi dari Penyakit Ini

  • Whatsapp
Studi: Anak Usia 8 Tahun dengan Pola Makan Buruk Berisiko Idap Diabetes
Megaluh.com – Peningkatan massa lemak di tubuh bagian bawah area pinggul hingga dapat menawarkan perlindungan terhadap beberapa penyakit. Penyakit tersebut adalah diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular baik dengan cara manfaatnya pada metabolisme maupun memudahkan prediksi. Hal itu tercantum dalam sebuah artikel review Lancet Diabetes & Endocrinology.

Dilansir dari Medicalxpress, Profesor Norbert Stefan dari Pusat Penelitian Diabetes Jerman (DZD), Rumah Sakit Universitas Tübingen dan Rumah Sakit Anak Boston menyoroti penyebab lingkar pinggul yang besar melindungi dari diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Read More

Dia juga memberikan informasi, bahwa jumlah massa lemak pinggul dan kaki yang tinggi sangat penting untuk menjaga kesehatan metabolisme. Selain itu, ia membahas modifikasi gaya hidup dan intervensi farmakologis juga bisa meningkatkan distribusi lemak tubuh.

Peningkatan massa lemak adalah faktor risiko penting untuk peningkatan diabetes tipe 2 dan kardiovaskular di seluruh dunia. Namun, untuk massa lemak yang diberikan, ada variabilitas besar dalam risiko penyakit kardiometabolik ini.

Sebagai contoh, beberapa orang kurus secara tak terduga memiliki risiko diabetes tipe 2 dan kardiovaskular yang serupa dengan peningkatan risiko yang diamati pada sebagian besar orang yang mengalami obesitas.

Baca Juga:
Tanpa PSBB, Kabupaten Rokan Hilir di Riau Berstatus Zona Hijau Covid-19

Ilustrasi wanita memiliki pinggul besar (Unsplash/Meghan Holmes)

Stefan menyoroti mekanisme yang menghasilkan penyimpanan energi di berbagai depot lemak tubuh atau ektopik pada organ-organ seperti hati, pankreas, dan jantung.  Kemudian ia membahas penelitian yang menunjukkan sejauh massa lemak di bagian bawah tubuh bermanfaat untuk memperkirakan risiko diabetes tipe 2 dan kardiovaskular.

Studi baru-baru ini memberikan dukungan genetik bahwa jumlah lemak visceral yang biasanya terdapat di tubuh bagian bawah sama pentingnya untuk mempertahankan kesehatan kardiometabolik, setara dengan jumlah lemak tubuh yang lebih rendah. Kondisi itu kemudian memberikan informasi baru dari studi pencitraan resonansi magnetik yang mendukung hipotesis ini.

Akhirnya, ia mencontohkan bagaimana fokus pada massa lemak tubuh lebih rendah membantu penyedia layanan kesehatan untuk menilai risiko penyakit kardiometabolik dengan lebih baik dan untuk mengkomunikasikan risiko ini dengan pasien mereka.

Baca Juga:
Fogging Jarang Dilakukan Meski Potensi DBD Meningkat, Ini Kata Dinkes Jogja


Sumber: Suara.com

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *