Klaim Enggak Mungkin Menjual Republik Ini, Luhut: Kedatangan TKA China Demi Kebaikan Generasi Indonesia

  • Whatsapp
Klaim Enggak Mungkin Menjual Republik Ini, Luhut: Kedatangan TKA China Demi Kebaikan Generasi Indonesia
Megaluh.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) menanggapi polemik yang terjadi terkait kedatangan ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal China.

Luhut menegaskan bahwa kedatangan para TKA Cina tersebut untuk menjadi pekerja di smelter nikel di Kawasan Konawe demi masa depan para pekerja lokal Indonesia.Pasalnya, TKA tersebut disiapkan untuk membuka lapangan kerja baru.

Read More

Bahkan, Luhut mengklaim telah melakukan koordinasi dengan Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah dalam rangka penerapan regulasi terhadap para pekerja yang ada di smelter Konawe tersebut. Pernyataan tersebut diungkapkan Luhut saat menjadi keynote speaker di acara webinar DPP PGK #3, Minggu malam (28/6).

“Kita koordinasi, tidak ada aturan yang kita langgar, kita kan pengin punya legacy juga. Jadi kita enggak mungkinlah menjual republik ini, apalagi ini untuk kebaikan generasi yang akan datang,” ujar Luhut sebagaimana dikutip dari Radartegal.com (29/6/2020).

Luhut Panjaitan menegaskan, kedatangan TKA kena tersebut adalah untuk kepentingan an pembukaan lapangan kerja bagi lebih dari 250 ribu dalam pembangunan smelter lithium dan nikel di Konawe Utara, Weda Bay, Morowali, Harita pada tahun 2024.

 “Dan kita akan ekspor karena itu tidak termasuk lithium battery itu kira-kira 30 atau lebih 35 miliar dolar. Itu angka yang sangat fantatis untuk industri yang bagus. Jadi kita punya itu. Tapi nanti kita mau atur juga jangan terlalu banyak smelternya, supaya cadangan kita tetap banyak,” ucapnya.

Menko dua periode ini mengaku prihatin terkait anggapan dirinya coba menghalangi rezeki para pekerja Indonesia dengan mendatangkan TKA dari Cina tersebut.

“Tenaga asing apa sih, wong dia datang untuk menciptakan lapangan kerja kok. Dia datang lima ratus orang dia ciptakan lapangan kerja untuk 5 ribu orang. Mungkin kawan-kawan enggak paham ya, saya suka sedih saja lihatnya,” pungkasnya.[brz/nu]

Loading...

Related posts

Komentar