Kasus Covid-19 Meningkat di Korsel, WHO Bantah Menyebutnya Gelombang Kedua

  • Whatsapp
Waduh, 80 Persen Kasus Covid-19 di Amerika pada Maret Tidak Terdeteksi!
Megaluh.com – Puluhan kasus virus corona baru kembali dilaporkan di Korea Selatan dalam 24 jam terakhir. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membantah klaim gelombang kedua terkait kondisi ini.

Sama halnya dengan sejumlah negara lain, Korea Selatan juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan adanya 62 kasus baru, 22 di antaranya berasal dari luar negeri, pada Minggu (28/6/2020).

Read More

Dilansir Fox News, sebagian besar kasus lokal terdeteksi di Seoul, ibukota padat penduduk. Kasus ini kebanyakan berasal dari pertemuan agama, kelab malam dan pekerja gudang.

Sejak awal Mei, ketika Korea mencabut protokol pembatasan sosial, kasus positif kembali dikonfirmasi. Lonjakan terbesar terjadi di Bucheon pekan lalu, ketika sebuah gudang yang dikelola oleh pemimpin e-commerce Coupang mencatat 138 kasus baru dan di Itaewon, area kehidupan malam Seoul, mencatat sekitar 277 kasus baru.

Ilustrasi covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Bertambahnya klaster baru ini membuat direktur KCDC, Jeong Eun-kyeong menyatakan Negeri Ginseng tersebut sedang menghadapi gelombang kedua pada minggu lalu. Hingga kini, Korea Selatan telah mencatat 12.715 kasus, dengan sekitar 282 kematian.

Baca Juga:
Geliat Hotel dan Restoran di Balik Bayang Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

“Di wilayah metropolitan, kami yakin gelombang pertama adalah dari Maret hingga April serta Februari hingga Maret. Lalu kita melihat adanya gelombang kedua, yang dipicu oleh hari libur pada Mei, sedang berlangsung,” kata Jeong.

“Kami awalnya meramalkan bahwa gelombang kedua akan muncul pada musim gugur (September) atau musim dingin (Desember). Prakiraan kami ternyata salah. Selama orang-orang berinteraksi dekat dengan orang lain, kami percaya infeksi akan terus berlanjut,” sambungnya.

Terlepas dari pernyataan Korea, WHO membantah klaim tersebut. Epidemiolog dan pimpinan teknis Maria Van Kerkhove sebaliknya berspekulasi keberhasilan yang dikelola Korea Selatan dalam menekan transmisi telah membuat setiap peningkatan kasus tampak lebih signifikan.

Baca Juga:
Covid-19 di India Tembus 500.000 Kasus, Ahli Khawatir Gelombang Kedua

Maria Ven Kerkhove juga mendesak negara-negara lain untuk melakukan segala hal yang mereka bisa untuk menekan tingkat penyebaran wabah.


Sumber: Suara.com

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *