Dihapus dari Ahli Waris dan Dicaci Maki Ibunya Saat Sholat, Muslimah ini Tetap Teguh Pertahankan Iman

  • Whatsapp
Dihapus dari Ahli Waris dan Dicaci Maki Ibunya Saat Sholat, Muslimah ini Tetap Teguh Pertahankan Iman
IDTODAY.CO – Julie, seorang perempuan asal Inggris berhasil menjemput hidayah Islam sebagai pelabuhan terakhir spiritualnya. Akan tetapi keputusannya tersebut harus membawa konsekuensi yang cukup rumit karena penolakan dari kedua orang tuanya.

Namun, berkat keteguhan hatinya dan keistiqomahannya untuk menjaga Hidayah tersebut, Julie pada akhirnya berhasil meyakinkan kedua orangtuanya untuk menerimanya sebagai seorang muslimah.

Read More

Baca Juga: Viral, Reporter Radio Ini Wawancarai Pria saat Berhubungan Seks Dengannya Secara live

Julie mengatakan bahwa kedua orang tuanya merupakan penganut atheis yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Sebelumnya, perempuan yang kini berusia 52 tahun tersebut mengaku memeluk Kristen mengikuti agama sang nenek sebelum menerima cahaya Islam.

“Nenekku seorang Kristen. Saya tumbuh bersamanya sehingga aku ikuti apa yang dia ikuti. Aku ikut beribadah dengannya di hari minggu dan terlibat dalam kegiatan di gereja. Intinya saya menjadi Kristen yang taat,” beber Julie, dikutip dari kanal Youtube Ayatuna Ambassador, sebagaimana dikutip dari Vivanews (2/6/21).

Sekitar 20 tahun silam, Julie yang seorang Kristen yang taat, menilai bahwa Islam merupakan agama yang buruk. Pada suatu hari, Julie berkesempatan untuk bekerja sosial dengan seorang perempuan yang rupanya memeluk agama Islam.

“Saya cukup bingung karena sosoknya jauh beda dengan imej muslim yang agresif, kasar, kepada perempuan lain. Tidak ramah dan sangat tidak baik. Jadi (karena imej muslim) saya memutuskan untuk mengajaknya masuk ke agama Kristen,” bebernya.

Ajakan Julie yang terus menerus itu membuat teman kerjanya muak. Hingga akhirnya memberi tantangan pada Julie. “ ‘Jika kamu menemukan satu hal yang tidak benar dengan Islam, bukan pada orangnya tapi pada Quran, hadist dan hukum syariah, saya akan masuk kristen’.”

Tantangan tersebut disanggupinya. Menurut Julie, itu hal yang mudah dilakukan lantaran imej muslim yang selama ini diketahuinya dari media massa, cenderung buruk dan negatif. Ia pun membeli banyak buku, namun tak menemukan satu kesalahan pun.

“Saya punya satu rak buku sebelum saya benar-benar putuskan bahwa tidak ada yang salah. Jawaban yang tidak anda temukan dalam Kristen dalam alkitab, saya menemukan banyak sekali kecacatan, salah tulis di mana mana, saya tidak menemukan fakta. Dan saya temukan Islam berisi fakta,” imbuhnya

“Saya temukan bahwa Islam itu sempurna,” tegasnya.

Ia pun dibantu masuk Islam dengan mengucap syahadat oleh paman dari teman kerjanya itu. Di sini, perjuangannya mengenalkan Islam sangat berliku. Julie menyembunyikan dirinya yang seorang muslim selama tiga tahun.

Sebab, Julie paham imej masyarakat pada Islam sangat negatif. Sementara, orangtuanya juga sangat rasis dan anti agama. Saat Julie memeluk Kristen dulu, ia bahkan dibenci mati-matian oleh orangtuanya.

“Kedua orangtua saya saja benci lihat saya jadi Kristen. Apalagi jadi Muslim,” terangnya.

Baca Juga: Dokter Kualahan Hadapi Covid-19, Pendeta India Sembah ‘Dewi Corona’

Selama itu pula dia berhasil menemukan seorang pria muslim yang kemudian mengangkatnya dari statusnya sebagai janda empat anak.

Disisi lain, keluarganya sangat menentang keputusan Julie. Bahkan ayahnya menghapus namanya di dalam daftar ahli waris.

“Ayah saya cukup rasis dan dia marah saya menikah dengan orang kulit hitam. Apalagi saat ayahku tahu dia adalah muslim. Pembicaraan cukup tegang karena dia bilang akan menghapus nama saya dari ahli waris,” jelas Julie.

Julie pun mengaku telah memeluk Islam dan memantik amarah sang ayah. Selang beberapa tahun, ayahnya mengidap alzheimer dan membuat ingatan akan kemarahannya pada Julie dan suaminya, terlupakan.

“Dia lupa dengan Islam yang memberi ide buruk. Dia lupa soal imej Islam karena dia melihat saya yang baik padanya. Dia benar-benar bersikap baik pada saya,” kenang Julie

Saat ayahnya meninggal, bahkan tujuh tahun setelahnya, sang ibu masih membencinya karena memeluk agama Islam. Tiap kali ibunya melihat ia beribadah, akan ada kata makian dan umpatan yang keluar dari bibirnya.

“Bahkan masih beri komentar pedas saat saya shalat ‘kenapa kamu bersujud di tanah?’,” kata Julie menirukan sang ibu.

Nasib berkata lain. Sang ibu pun mengidap penyakit kanker. Hingga saat kondisinya makin lemah, Julie selalu menemaninya di rumah sakit. Beruntung, dokter yang merawat beragama Islam dan mengubah perspektif pada ibu Julie mengenai Islam.

Kala itu, ibunya mulai melihat sudut pandang berbeda bahwa muslim membuat orang jadi sangat ramah dan peduli.

“Pada akhirnya dia sadar bahwa beberapa orang bersikap kasar dan baik. Memang tidak berkaitan dengan agama tapi agama membantu (sikap itu),” tuturnya.

Julie terus menemani ibunya yang kondisinya semakin lemah. Bahkan, dia harus salat di samping ibunya. Syukur, ibunya kemudian tidak lagi bersikap kasar dengan lompatan yang biasa dilakukan sebelumnya.

Malah, ibunya mulai memintanya untuk memohonkan ampun pada tuhan atas penyakit yang menimpanya.

“Itu adalah tahun yang berat. Saya harus berhati-hati dalam perkataan. Karena meski Islam itu sempurna tapi tidak dengan orangnya. Kita sering khilaf,” terang Julie.

Baca Juga: Geger, Warga Mojoagung Temukan Harta Karun Majapahit Seberat 25 KG

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *