Apa yang Terjadi Jika Pemilu AS Berakhir Imbang?

  • Whatsapp
Apa yang Terjadi Jika Pemilu AS Berakhir Imbang?

Megaluh.com – Bagaimana kedua kandidat memperebutkan hasil? Dan mengapa beberapa suara lebih diperhitungkan dari yang lain?

Berikut adalah jawaban atas beberapa pertanyaan kunci Anda seputar pemilu AS.

Read More

Apa yang terjadi jika berakhir seri? – Chinga, China

Ada 538 suara elektoral yang diperebutkan, dengan jumlah pemilih tetap yang mewakili setiap negara bagian berdasarkan ukuran populasinya.

Ini berarti hasil imbang terjadi jika masing-masing kandidat meraih 269 suara, meskipun sangat tidak mungkin.

Baca Juga:
Mantan Penasihat Sebut Jika Kalah, Trump Bakal Calonkan Diri pada 2024

Jika tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas dalam pemilihan elektoral, itu akan menjadi keputusan Kongres AS.

Anggota Kongres yang terpilih pada pemilu 2020 akan mengambil tanggung jawab ini.

Parlemen akan memberikan suara untuk memutuskan presiden, dengan setiap delegasi negara bagian memiliki satu suara – mayoritas 26 diperlukan agar seorang calon presiden menjadi presiden.

Senat akan memilih wakil presiden, dengan semua 100 senator memiliki hak suara.

Mungkinkah Donald Trump mencoba menentang hasil pemilu? – Basel, Israel

Ya. Kedua kandidat mengatakan mereka sudah mempersiapkan sengketa hukum setelah pemilu.

Baca Juga:
Pemilu Saat Pandemi, Amerika Serikat Catat Penambahan Jumlah Kasus Covid-19

Mereka memiliki hak untuk menuntut penghitungan ulang di sebagian besar negara bagian, biasanya jika hasilnya ketat.

Ada lonjakan dalam pemungutan suara melalui pos tahun ini, dan ada kemungkinan juga bahwa keabsahan surat suara ini dapat digugat di pengadilan.

Tuntutan hukum ini bisa sampai ke Mahkamah Agung AS – otoritas hukum tertinggi di AS.

Ini terjadi pada tahun 2000, ketika Mahkamah Agung menghentikan penghitungan ulang di Florida dan memutuskan mendukung George W Bush dari Partai Republik yang menjadi presiden.

Pengaruh apa yang dimiliki suara nasional terhadap suara elektoral? – Caroline Bonwitt, Gloucestershire, Inggris

Presiden AS tidak diputuskan oleh suara rakyat nasional, tetapi dengan menang di cukup banyak negara bagian.

Pemenang di setiap negara bagian mendapat dukungan dari sejumlah pemilih berdasarkan jumlah penduduknya.

Para pemilih ini bertemu beberapa minggu setelah hari pemungutan suara – membentuk lembaga pemilihan atau electoral college – untuk memilih secara resmi calon presiden berikutnya.

Untuk memenangkan Gedung Putih, dibutuhkan 270 suara elektoral.

Hampir semua orang di dunia sudah bosan dengan omong kosong “electoral college” ini. Jadi seberapa sulitkah membuat pemilu AS menjadi suara mayoritas dan membuang “electoral college”? – Judy, BC, Kanada

Sistem pemilu AS sudah diatur dalam konstitusi, jadi untuk mengubahnya akan membutuhkan amandemen konstitusi.

Ini harus disetujui oleh dua pertiga dari Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, atau proporsi yang sama dari badan legislatif negara bagian. Ini kemudian perlu diratifikasi oleh tiga perempat negara bagian AS.

Ini sangat tidak mungkin berhasil, meskipun ada upaya untuk mengubah sistem ini di masa lalu.

Ada upaya yang sedang dilakukan oleh beberapa negara bagian untuk memberikan suara elektoral mereka kepada pemenang suara terbanyak, tidak peduli siapa yang menang di sana. Ini adalah jalan keluar, tetapi secara efektif akan membatalkan lembaga pemilihan.



Siapa saja anggota electoral college, bagaimana mereka dipilih dan berapa lama mereka bertugas? – Penny Reid, Northumberland, UK

Anggota electoral college biasanya dicalonkan oleh Partai Republik dan Demokrat untuk setiap pemilihan.

Ada aturan berbeda dalam pencalonan mereka di setiap negara bagian, dan mereka secara resmi dipilih pada hari pemungutan suara.

Anggota electoral college tinggi – yang dikenal sebagai elector – sering memiliki koneksi di partai politik AS, seperti aktivis atau mantan politisi.

Bill Clinton adalah seorang elector Demokrat pada tahun 2016, dan anak Presiden Donald Trump, Donald Trump Junior menjadi elector Partai Republik.

Siapa yang memutuskan presiden jika tidak ada pemenang pasti dalam pemungutan suara electoral college? – Robert Pallone, Maryland

Jika tidak ada pemenang pasti dalam electoral college, itu berarti ada hasil seri (dibahas di atas), atau bahwa tantangan hukum yang sedang berlangsung di negara bagian yang disengketakan belum diselesaikan, sehingga para pemilih mereka tidak dapat dipilih.

Electoral college– yang tugasnya secara resmi mencalonkan presiden berikutnya – bertemu pada 14 Desember tahun ini. Para pemilih harus diajukan oleh masing-masing negara bagian untuk calon pemenang mereka saat itu.

Jika hasil pemilu masih menjadi sengketa dan negara bagian tertentu tidak bisa menentukan kandidat mana yang mereka pilih, maka terserah Kongres AS untuk turun tangan.

Konstitusi AS memberlakukan tenggat waktu akhir – masa jabatan presiden (dan wakil presiden) berakhir pada 20 Januari pada siang hari.

Jika Kongres tidak dapat memilih pemenang saat itu, ada garis suksesi yang diatur dalam undang-undang.

Urutan pertama adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, saat ini Nancy Pelosi, diikuti oleh anggota Senat peringkat kedua tertinggi, saat ini Charles Grassley.

Ini belum pernah terjadi sebelumnya jadi tidak jelas bagaimana, dalam keadaan luar biasa ini, ini akan berhasil dalam praktiknya.

Apa yang membuat suara negara bagian tertentu lebih diperhitungkan ketimbang negara bagian lain? – S Robertson, Sussex, UK

Kandidat cenderung berkampanye di negara bagian yang hasilnya tidak pasti – itulah sebabnya orang mengatakan suara di negara bagian ini “lebih banyak diperhitungkan”.

Tempat-tempat ini dikenal sebagai medan pertempuran atauswing states.

Sistem pemilu AS berarti bahwa di semua kecuali dua negara bagian, margin kemenangan tidak menjadi masalah, karena siapa pun yang memperoleh suara terbanyak memenangkan semua suara elektoral yang ditawarkan di negara bagian itu.

Di negara bagian yang hampir dipastikan menjadi basis kandidat tertentu – seperti California untuk Partai Demokrat dan Alabama untuk Partai Republik – kampanye kedua kandidat tidak maksimal di sana.

Namun mereka berusaha semaksimal mungkin dalam persaingan ketat di sejumlah negara bagian, seperti di Florida dan Pennsylvannia, menargetkan para pemilih yang bisa memilih kandidat mana pun.

Jika suara pos yang dihitung beberapa hari setelah pemilihan mengubah penghitungan akhir suatu negara bagian dari Trump menjadi Biden atau sebaliknya, lalu apa protokol untuk mengumumkan kembali pemenangnya? – Charlie Etheridge, Kent, Inggris

Tidak ada persyaratan hukum untuk mengumumkan pemenang pada malam pemilihan – ini dilakukan sebagai proyeksi oleh outlet media utama AS.

Penghitungan penuh tidak pernah selesai pada malam itu – tetapi biasanya cukup suara untuk mengonfirmasi pemenang.

Ini adalah hasil tidak resmi yang disertifikasi beberapa minggu kemudian, setelah dikonfirmasi oleh pejabat negara.

Tahun ini, media AS lebih berhati-hati dalam mengumumkan siapa yang menjadi pemenang, sebab ada lebih banyak suara pos dan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dihitung.

Ini bisa berarti kandidat yang menang pada malam pemilihan di beberapa negara bagian bisa kalah setelah semua suara – termasuk surat suara – dihitung.


Sumber: Suara.com

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *