2 Perusak Masjid Deli Serdang Menyerah, 3 Lainnya Menyusul Tertangkap

  • Whatsapp
2 Perusak Masjid Deli Serdang Menyerah, 3 Lainnya Menyusul Tertangkap

Megaluh.com – Dua perusak Masjid Al Amin Deli Serdang Sumatera Utara menyerahkan diri. Tiga lainnya menyusul setelah polisi menangkapnya berdasarkan informasi dua pelaku yang telah menyerahkan diri. 

Total polisi mengamankan lima orang tersangka yang memecahkan kaca mesjid saat terjadi keributan di masjid yang berlokasi di Jalan Belibis, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dari hasil pemeriksaan beberapa nama diduga terlibat dalam pelemparan menggunakan batu, yakni Dedi Manulang, Marpaung, Sihombing, Pakpahan, Jepri Siburian, Adi Marbun, Alimin Gultom, serta Rijal Situmorang.

Read More

    “Dua orang tersangka bernama Leo Manulang dan Aliston Sinaga menyerahkan diri. Tiga orang tersangka lainnya berhasil kita tangkap sesuai informasi dari dua tersangka sebelumya,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, Minggu, 26/1/20.

Tiga orang tersangka lainnya yang ditangkap adalah Alimin Gultom, Rizal Situmorang dan Dedi Manulang.

“Tersangka diduga terlibat tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang maupun barang sebagaimana di atur dalam pasal 170 Jo 351 subs 406 KUHP,” jelas Maringan.

Sebelumnya, terjadi penyerangan yang memicu bentrok di pekarangan masjid itu pada Jumat malam, 24/1/20. Menurut Kombes Jhonny, bentrok tersebut ada kaitannya dengan penertiban warung (lapo) tuak oleh petugas Satpol PP pada Jumat siang.

Penertiban itu rupanya tidak dapat diterima oleh sejumlah orang. Mereka kemudian menyerang masjid dan rumah warga. Beberapa fasilitas masjid dan sejumlah rumah di dekatnya mengalami kerusakan.

Lantas kabar penyerangan ke Masjid Al Amin itu viral dengan cepat setelah warga menyebarkan video penyerangan ke media sosial. Anggota sejumlah ormas Islam pun hadir ke lokasi.

Jamaah masjid yang sebelumnya kalah jumlah, akhirnya bisa melakukan perlawanan setelah dukungan umat Islam dari luar kawasan Mandala datang. Situasi inipun sempat membuat suasana di lokasi mencekam, setelah aksi balasan ke arah kelompok penyerangan dilakukan.

Menurut informasi, yang memantik penyerangan ke masjid ini adalah penutupan paksa lapo tuak di sekitar masjid yang selama ini dikeluhkan jamaah dan warga karena sering menjadi biang keributan hingga kerap mengganggu umat Islam beribadah.

Pengelola lapo dan pengunjungnya, dikabarkan juga sempat marah saat jamaah masjid memita mereka untuk menjaga toleransi umat beragama. Bukannya memahami, mereka malah menyerang masjid dan rumah warga. [mc]

Loading...

Related posts

Komentar