10 Rincian Biaya Hidup di Papua, Kenapa Bisa Mahal?

  • Whatsapp

Saat mendengar nama “Papua” hal apakah yang pertama kali muncul di benak kalian? Sebuah tempat terpencil dan dipenuhi oleh suku-suku terluar dengan kulit berwarna gelap dengan coret-coretan di wajahnya atau sebuah pulau yang didominasi pegunungan dan hutan?

Pemikiran tersebut ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar. Meskipun sebagian besar Pulau Papua masih berupa hutan dan pegunungan serta dihuni oleh penduduk berkulit gelap, kini kalian bisa menemukan berbagai fasilitas umum di pulau ini lho.

Read More

Namun, tetap saja daerah di paling timur Indonesia ini masih cukup tertinggal dengan kota-kota di bagian barat Nusantara yang sudah lebih dulu maju. Hal ini membuat berbagai kebutuhan pokok harus dikirim dulu dari Pulau Jawa yang menyebabkan mahalnya biaya hidup.

Di pulau yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini atau New Guinea ini ada beberapa kota besar seperti Jayapura, Sorong, Timika, dan Biak. Setiap daerah kemungkinan memiliki biaya hidup yang berbeda-beda.

Nah, sebenarnya berapa sih biaya hidup di Papua tahun 2020 per bulan? Kenapa bisa disebut mahal? Yuk, kita lihat dulu rinciannya.

1. Tempat Tinggal

Tentu saja, hal paling utama yang harus kalian pikirkan jika ingin merantau ke Papua adalah tempat tinggal. Bagi seseorang yang baru saja merantau ke Papua, sewa kost adalah pilihan yang paling tepat, apalagi jika tinggal sendirian.

Harga sewa kost bervariasi di Papua, tergantung dari lokasi, luas hunian, dan fasilitas yang disediakan. Rata-rata, kost untuk mahasiswa berkisar dari Rp. 600.000 hingga 1.000.000 per bulan.

Sementara itu, untuk pekerja bisa lebih mahal lagi, yakni dari Rp. 1.500.000 hingga 2.000.000 per bulan. Biaya untuk tempat tinggal bisa berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pilihan masing-masing ya.

Buat perantau yang membawa keluarga, kontrakan adalah pilihan yang lebih tepat. Tentunya, harga sewa kontrakan juga berbeda-beda tergantung lokasi, luas hunian, dan fasilitas yang disediakan.

Jika memungkinkan, pilihlah kost atau kontrakan yang dekat dengan tempat kerja atau kampus kalian agar tidak memberatkan di uang transportasi.

2. Tagihan Utilitas

Dengan memiliki atau menyewa tempat tinggal, ada tagihan utilitas sebagai salah satu pengeluaran bulanan yang harus dibayarkan. Jika kalian sewa kost, mungkin biaya ini sudah termasuk dalam harga sewanya.

Namun, bagi kalian yang memiliki rumah, tagihan utilitas adalah biaya lain yang tidak bisa dihindari. Tentu saja, jumlah per orang bisa berbeda-beda ya, tergantung dari pemakaian dan gaya hidup. Jadi, untuk tagihan utilitas tidak ada angka yang mutlak ya.

3. Makan dan Minum

Kebutuhan pokok lain yang tidak kalah penting untuk bertahan hidup adalah makan dan minum. Biaya yang dikeluarkan untuk makan satu orang bisa bervariasi ya, tergantung gaya hidup masing-masing.

Tentu saja, buat perantau yang lebih sering makan di luar mungkin akan mengeluarkan lebih banyak uang ketimbang mereka yang masak makanan sendiri. Harga satu porsi makanan pun berkisar antara Rp. 15.000 hingga 25.000, tergantung tempatnya.

Jika kalian makan tiga kali sehari, minimal pengeluaran untuk konsumsi adalah Rp. 45.000 per hari. Nah, jika dihitung-hitung, dalam satu bulan kalian bisa menghabiskan Rp. 1.350.000 untuk makanan!

4. Biaya Transportasi

Untuk menunjang mobilitas dalam keseharian sebagai seorang anak rantau, tentu saja kalian akan memerlukan transportasi. Biaya yang dikeluarkan untuk transportasi bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis kendaraan yang digunakan dan rutenya.

Sarana transportasi yang paling sering digunakan oleh masyarakat lokal adalah angkutan kota alias angkot. Harga untuk angkot rata-rata bisa mencapai Rp. 5.000 untuk satu kali jalan.

Pilihan lain untuk transportasi umum adalah ojek, namun kendaraan yang satu ini tidak terlalu diminati karena tarifnya tidak konsisten. Sebagai alternatif lainnya, kalian bisa menggunakan ojek daring untuk tarif yang lebih stabil.

5. Komunikasi

Agar tetap bisa terhubung dengan keluarga dan teman-teman, tentu saja kalian perlu kartu untuk ponsel kalian. Harga untuk membeli pulsa juga berbeda-beda setiap provider dan tergantung kebutuhan kalian.

Setidaknya, kalian perlu menyisihkan uang sebesar Rp. 200.000 hingga 300.000 per bulan untuk membeli pulsa. Perlu diketahui, tidak semua provider memiliki sinyal di Papua seperti di Pulau Jawa.

Oleh karena itu, kalian perlu berhati-hati nih dalam memilih provider yang akan digunakan untuk ponsel masing-masing.

6. Kebutuhan Kuliah

Bagi para mahasiswa, dalam kehidupan sehari-hari kalian juga perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk mendukung kegiatan. Selain uang untuk membayar kuliah, kalian juga perlu uang untuk buku, fotokopi materi, alat tulis, dan lain-lain.

Jumlah uang untuk hal ini berbeda-beda, tergantung kebutuhan masing-masing mahasiswa. Namun, setidaknya kalian perlu menyisihkan biaya sebesar Rp. 300.000 per bulan untuk kebutuhan kuliah.

Setiap mahasiswa tentu punya caranya sendiri untuk menekan pengeluaran di bagian ini. Misalnya, dengan membawa printer sendiri dari rumah dan membeli kertas agar tidak print di luar terus-terusan. Pilihan lain, bisa juga dengan beli buku bekas.

7. Belanja Bulanan

Sebagai anak rantau, tentunya kalian juga perlu berbelanja kebutuhan bulanan seperti bahan-bahan masak, persediaan camilan, dan perlengkapan kebersihan. Budget yang dikeluarkan untuk belanja bulanan bisa bervariasi bagi setiap orang.

Di kota-kota besar, kalian bisa menemukan supermarket dan mini market dengan mudah untuk membeli bahan-bahan kebutuhan pokok. Nah, tenang saja, harganya tidak berbeda terlalu jauh kok dari Pulau Jawa!

Sementara itu, buat belanja bahan-bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan, kalian bisa mengunjungi pasar tradisional terdekat untuk harga yang lebih murah.

Setidaknya, kalian perlu menyisihkan Rp. 400.000 untuk belanja bulanan. Angka ini bisa berubah, tergantung kebutuhan dan gaya hidup masing-masing orang ya.

8. Hiburan dan Rekreasi

Untuk melepas penat dari kehidupan sehari-hari, tentu saja sebagian besar dari kalian butuh hiburan dan rekreasi. Jumlah pengeluaran terkait hal ini bisa berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung dari gaya hidup.

Di Papua kini sudah bisa ditemukan beberapa pusat perbelanjaan, walaupun belum semegah di Jakarta. Namun, setidaknya kalian sudah bisa menonton bioskop, dengan harga tiket kurang lebih Rp. 50.000 per orang.

Bagi yg ingin ngopi atau makan di luar, kalian perlu menyiapkan setidaknya Rp. 100.000 per orang. Buat yg suka traveling, tentunya akan mengeluarkan biaya yang lebih tinggi lagi!

9. Biaya Tak Terduga

Sebagai salah satu upaya antisipasi terhadap hal-hal yg tidak terduga, kalian perlu menyiapkan dana darurat. Tabungan inilah yg akan kalian gunakan ketika nanti mengalami kejadian tak terduga seperti sakit, kehilangan, kerusakan, dan lain-lain.

Tidak ada angka yang mutlak untuk biaya ini, setiap orang bisa berbeda-beda tergantung dari kebutuhan dan gaya hidup. Bagi yang sudah berkeluarga, tentunya harus menyiapkan lebih banyak daripada yg masih sendirian.

Setidaknya, kalian perlu menyiapkan tabungan darurat senilai Rp. 2.000.000 hingga 3.000.000 per bulan. Tabungan ini bisa berasal dari sisa gaji atau uang saku bulanan kalian ya.

10. Total dan Kesimpulan

Jadi, jumlah minimal uang untuk biaya hidup di Papua adalah Rp. 3.250.000 per bulan. Hal ini mencakup komponen primer seperti tempat tinggal, makan, transportasi, dan komunikasi serta beberapa pengeluaran sekunder saja.

Tentunya, angka di atas tidak mutlak karena tergantung dari gaya hidup dan kebutuhan masing-masing orang. Buat kalian yg hidup dengan keluarga, pastinya akan lebih mahal daripada yg tinggal sendirian ya.

Nah, jadi setelah mengetahui angka untuk biaya hidup di Papua, apakah menurut kalian murah atau mahal?

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!
Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

Sumber: jejakpiknik.com

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *